Apakah Anda ingin tahu di mana untuk mendapatkan backlink gratis? Ini adalah gratis, cepat langsung backlink otomatis untuk mengoptimalkan blog atau halaman web di mesin pencari result. Semuaorang tahu betapa pentingnya backlink untuk mendapatkan rank. Disini kami menawarkan backlink gratis dan sangat cepat untuk situs Anda . Copy dan paste kode html pertama (tidak ada perubahan yang diperlukan), dan kemudian pastekan pada blog anda. Untuk melihat backlink Anda, Anda dapat mengklik link gambar dari website atau blog. Dan juga ... membuat URL website Anda dan semua pengunjung berada di references.If pertama menampilkan banner dari website atau blog, backlink url Anda akan menciptakan otomatis dalam website. Anda dapat kembali sebanyak yang Anda ingin membangun , ada batasan dan pembatasan, tapi tidak ada spam! Apakah Anda ingin website Anda dengan cepat peringkat Top Google, Yahoo dan Alexa!

Tangkas Link for Blog and Website

Copy this html code to your website >>




Or text link

Senin, 01 Desember 2014

John Comparetto Dan Perampok Tuli

John Comparetto Dan Perampok Tuli
Kejadian unik dialami John Comparetto, seorang pensiunan kepala polisi dari kepolisian Pennsylvania, Amerika Serikat.
Ia mengaku kerampokan disela-sela menghadiri seminar tentang narkotika bersama sekitar 300 kepala polisi lainnya di sebuah hotel, Jumat (27/3). Ingin buang air kecil, Comparetto menuju toilet pria. Tiba-tiba muncul seorang pria mengacungkan pistol ke wajahnya. Usia pria itu sekitar 19 tahun, ia meminta sejumlah uang. Terpaksa Comparetto menyerahkan uang plus bonus telepon selular miliknya.
Begitu perampok itu kabur. Buru-buru Comparetto minta tolong. Dengan sigap beberapa anggota polisi mengejar dan berhasil menangkap perampok saat hendak masuk ke dalam taksi. Belakangan, Comparetto baru menyadari kalau perampok itu tuli.
Untuk menguji indera pendengaran perampok itu, seorang wartawan mencegatnya seusai menjalani persidangan di pengadilan setempat. Ternyata pria itu menghadapi tuntutan dalam empat kasus perampokan serupa sebelumnya. Saat dikeler menuju mobil tahanan, ia ditanya komentarnya tentang alibinya, si perampok menjawab,”Saya (perampok) licin,” komentar perampok itu kepada wartawan.


source

tidakmenarik.wordpress.com

Lonceng Kematian di Jaman Penjajahan

Lonceng Kematian di Jaman Penjajahan
Soli Deo Gloria, demikian nama lonceng itu. Lonceng besar yang menggantung di atap menara stadhuis (balai kota) Batavia di sekitar abad 18 itu terkesan begitu mengerikan. PAsalnya setiap kali lonceng ini berbunyi, itu pertanda ada tawanan, yang dinilai jahat oleh Pemerintah Belanda kala itu, yang akan menemui ajal dihukum gantung.
Lonceng Kematian di Jaman Penjajahan
Siang, beberapa hari lalu, Warta Kota mencoba naik ke menara yang kini jadi menara Museum Sejarah Jakarta (MSJ). Bagian menara memang tidak dibuka untuk umum karena kondisi atap gedung dan menara tak lagi memungkinkan dilewati banyak orang. Ruangan di menara di mana lonceng berada juga sempit. Untuk sampai di atas menara, orang harus melewati dua tangga yang curam.
Sampai di atas menara, Warta Kota menemukan sebuah alat penggerak kuno yang sudah lama tak terpakai. Pada alat itu menggantung semacam bandul. Lonceng yang terbilang kecil menempel di bagian atas. Di dekat lonceng ini ada besi yang dikaitkan dengan engkol. Jika engkol ditarik kemudian dilepas, maka besi tadi akan memukul lonceng. Bunyinya tak sebanding dengan cerita-cerita masa lalu, di mana saat “Lonceng Kematian” ini berdentang, pertanda rakyat akan menyaksikan malaikat pencabut nyawa menggantung pesakitan.
Lonceng ini akan dibunyikan untuk memanggil semua warga di dalam maupun di luar tembok Batavia untuk menyaksikan hukuman gantung.
Lonceng yang bertuliskan Soli Deo Gloria dari abad 18 itu terbuat dari besi dengan bentuk kokoh. Lonceng buatan tahun 1742 itu rasanya sudah tak jelas keberadaannya. Di masa Gubernur DKI Ali Sadikin, 1973, gedung bekas balai kota ini mengalami pemugaran besar-besaran.Sayangnya, tak ada data yang menyebutkan bagian mana saja yang sudah dipugar dan diganti dengan material baru.
Menurut arkeolog yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua Candrian Attahiyyat, kemungkinan besar lonceng pun ikut diganti. “Lonceng yang sekarang kan kecil. Kemungkinan sudah mengalami perubahan sejak sebelum 1973, tapi bisa juga pada saat pemugaran besar tahun 1973,” ujarnya.
Dalam buku “Dari Stadhuis ke Museum” , Hans Bonke dan Anne Handojo menyebutkan, tanggal 25 Januari 1707, Petronella Wilhelmina, putri Gubernur Jenderal Joan van Hoorn (1704-1709) meletakkan batu pertama. Menara kecil dipasang di atas atap dan lonceng dipasang kembali di sisi bordes. Dalam catatan lain, lonceng dibikin tahun 1742, itu artinya selama abad 18 saja sudah terjadi perubahan. Bisa jadi lonceng kematian dibikin setelah terjadi pembantaian orang China pada 1740. Eksekusi terakhir yang mengikutsertakan lonceng kematian terjadi pada 1896. Tjoen Boen Tjeng dihukum gantung karena terlibat dalam penjarahan.
Buku ini juga mencatat, setelah tahun 1870 para juru foto dari Woodbury & Page yang membuat foto-foto pertama di Batavia menunjukkan bahwa bagian depan stadhuis sudah banyak berubah dalam 20 tahun terakhir.Sayang perubahan yang terjadi di sepanjang abad 18, 19, hingga 20 tak banyak tercatat secara detil.  



(kompas.com , tidakmenarik.wordpress.com )